Cari Blog Ini

Ambisi

Jumat, 31 Agustus 2012

Sejarah Berdirinya AMBISI


Berawal dari “ambisi” besar untuk kesukesan masa depan. Ada rasa rindu akan kebersamaan mempererat persaudaraan antar mahasiswa Bidik Misi, sehingga kita bisa saling berbagi dan bahu-membahu menyempurnakan keilmuan dan skill masing-masing. Untuk mewujudkan itu, diperlukan gerbong sebagai tempat yang bisa ditumpangi menuju cita-cita bersama, menjadi mahasiswa kritis, kreatif dan berkarakter.
Sebagai mahasiswa yang dibiayai negara, tentu merupakan amanah besar bagi mahasiswa Bidik Misi untuk serius dan banyak belajar. Artinya tidak cukup jika dengan batasan waktu yang cukup singkat kita hanya belajar di perkuliahan saja. Sehingga lahirnya sebuah komunitas menjadi keniscayaan untuk pengembangan keilmuan dan skill mahasiswa Bidik Misi.
Namun proses kehidupan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak persoalan yang menjadi kendala bagi berdirinya komunitas yang sekarang ini tenar dengan nama AMBISI. Beragam perjalanan mendewasakan teman-teman Bidik Misi bahwa harga kesuksesan itu sangat mahal.
Tekad membentuk suatu komunitas mahasiswa Bidik Misi sebenarnya sudah menggebu sejak lama. Namun karena belum pernah berkumpul sama sekali, keinginan itu masih mengawang dan tidak jelas. Tetapi entah mengapa, tiba-tiba ada peristiwa penting yang menguatkan tekad teman-teman mahasiswa Bidik Misi untuk membentuk komunitas.
Waktu itu teman-teman Bidik Misi 2010 dikumpulkan di Ruang Sidang Rektorat IAIN Sunan Ampel membicarakan penyaluran dana beasiswa Bidik Misi dan beragam aturan terkait Bidik Misi. Diakhir sambutan PR III beliau menyarankan teman-teman Bidik Misi membentuk suatu kemunitas sehingga merasa lebih dekat antar penerima beasiswa yang sama. Pesan ini yang kemudian semakin memperkuat tekad kami membentuk suatu komunitas yang dapat menampung aspirasi mahasiswa Bidik Misi.
Pertemuan di Ruang Sidang tersebut kira-kira pertengahan Ramadhan, dan teman-teman kembali aktif kuliah sehabis lebaran. Gagasan membentuk komunitas mendapat kendala karena liburan yang cukup panjang. Sehingga saat kuliah aktif teman-teman Bidik Misi kesulitan untuk berkumpul kembali. Namun beragam persoalan yang dihadapi mahasiswa Bidik Misi, terutama persoalan keuangan, menggerakkan semangat teman-teman Bidik Misi untuk bangkit kembali menyatukan suara.
Hidup di kota besar seperti Surabaya, bukan hal mudah tanpa uang. Kebutuhan hidup serba mahal, sementara dana Bidik Misi belum kunjung cair. Dalam ketidak jelasan itu, tiba-tiba ada SMS undangan untuk teman-teman Bidik Misi berkumpul di Taman Surga Fakultas Ushuluddin. Kira-kira jam 13.00-an teman-teman Bidik Misi berkumpul. Saat itu teman-teman bicara banyak hal, terutama tentang keterlambatan uang, termasuk pula gagasan mendirikan sebuah organisasi.
Karena saat itu yang hadir tidak begitu banyak, pembicaraan terkait dengan organisasi teman-teman Bidik Misi tidak dilanjutkan. Beberapa hari setelah itu, teman-teman Bidik Misi akan dikumpulkan untuk yang kedua kalinya oleh pihak Kemahasiswaan.
Selesai pertemuan itu, kami meminta waktu kepada kemahasiswaan untuk membicarakan terkait ide membentuk komunitas. Lagi-lagi saat itu karena keterbatasan waktu belum terbentuk komunitas. Hanya saja sudah ada kordinator masing-masing Fakultas dan kordinator Institut.
Menindak lanjuti keinginan membentuk komunitas, koordinaor institut mengumpulkan teman-teman Bidik Misi di depan rektorat. Teman-teman waktu itu tidak karuan, begitu ramai dan tidak terkontrol. Dalam waktu yang cukup lama, kemudian muncul keputusan untuk meneruskan rencana tersebut nanti malamnya di Fakultas Ushuluddin.
Sesuai harapan, teman-teman Bidik Misi waktu itu berkumpul di salah satu ruangan fakultas Ushuluddin, membicarakan hal terkait pemebentukan komunitas. Tanpa perbincangan panjang, karena memang sudah terencana jauh-jauh sebelumnya. Teman-teman langsung membicarakan agenda rapat pertama yang akan dibicarakan. Agenda pertama waktu itu adalah pemilihan pengurus, pembentukan nama dan devisi-devisi.
Setelah pengurus terbentuk, teman-teman mencari kecocokan nama komunitas ini. Dari beragam pilihan yang ditawarkan teman-teman, ternyata AMBISI (Aliansi Mahasiswa Bidik Misi) yang dipilih. Sebagai simbol dari ambisi besar teman-teman Bidik Misi dalam mewujudkan cita-citanya. Saat itulah AMBISI berdiri sebagai organisasi baru di IAIN Sunan Ampel Surabaya, pada malam Rabu, 5 Oktober 2011.
Dan sampai sekarang telah banyak agenda, kegiatan serta prestasi yang telah ditorehkan. Seperti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) tulis menulis, enterpreneurship, kursus bahasa, menerbitkan buletin dan majalah serta masih banyak lagi. Selanjutnya AMBISI terus berbenah diri untuk kesempurnaan dirinya. Ayo satukan kometmen kita, untuk AMBISI lebih baik ke depan.*)

0 komentar:

Posting Komentar