Berawal
dari “ambisi” besar untuk kesukesan masa depan. Ada rasa rindu akan kebersamaan
mempererat persaudaraan antar mahasiswa Bidik Misi, sehingga kita bisa saling
berbagi dan bahu-membahu menyempurnakan keilmuan dan skill masing-masing. Untuk
mewujudkan itu, diperlukan gerbong sebagai tempat yang bisa ditumpangi menuju
cita-cita bersama, menjadi mahasiswa kritis, kreatif dan berkarakter.
Sebagai
mahasiswa yang dibiayai negara, tentu merupakan amanah besar bagi mahasiswa
Bidik Misi untuk serius dan banyak belajar. Artinya tidak cukup jika dengan
batasan waktu yang cukup singkat kita hanya belajar di perkuliahan saja.
Sehingga lahirnya sebuah komunitas menjadi keniscayaan untuk pengembangan
keilmuan dan skill mahasiswa Bidik Misi.
Namun
proses kehidupan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak persoalan
yang menjadi kendala bagi berdirinya komunitas yang sekarang ini tenar dengan
nama AMBISI. Beragam perjalanan mendewasakan teman-teman Bidik Misi bahwa harga
kesuksesan itu sangat mahal.
Tekad
membentuk suatu komunitas mahasiswa Bidik Misi sebenarnya sudah menggebu sejak
lama. Namun karena belum pernah berkumpul sama sekali, keinginan itu masih
mengawang dan tidak jelas. Tetapi entah mengapa, tiba-tiba ada peristiwa
penting yang menguatkan tekad teman-teman mahasiswa Bidik Misi untuk membentuk
komunitas.
Waktu
itu teman-teman Bidik Misi 2010 dikumpulkan di Ruang Sidang Rektorat IAIN Sunan
Ampel membicarakan penyaluran dana beasiswa Bidik Misi dan beragam aturan
terkait Bidik Misi. Diakhir sambutan PR III beliau menyarankan teman-teman
Bidik Misi membentuk suatu kemunitas sehingga merasa lebih dekat antar penerima
beasiswa yang sama. Pesan ini yang kemudian semakin memperkuat tekad kami
membentuk suatu komunitas yang dapat menampung aspirasi mahasiswa Bidik Misi.
Pertemuan
di Ruang Sidang tersebut kira-kira pertengahan Ramadhan, dan teman-teman
kembali aktif kuliah sehabis lebaran. Gagasan membentuk komunitas mendapat
kendala karena liburan yang cukup panjang. Sehingga saat kuliah aktif
teman-teman Bidik Misi kesulitan untuk berkumpul kembali. Namun beragam
persoalan yang dihadapi mahasiswa Bidik Misi, terutama persoalan keuangan,
menggerakkan semangat teman-teman Bidik Misi untuk bangkit kembali menyatukan
suara.
Hidup
di kota besar seperti Surabaya, bukan hal mudah tanpa uang. Kebutuhan hidup
serba mahal, sementara dana Bidik Misi belum kunjung cair. Dalam ketidak
jelasan itu, tiba-tiba ada SMS undangan untuk teman-teman Bidik Misi berkumpul
di Taman Surga Fakultas Ushuluddin. Kira-kira jam 13.00-an teman-teman Bidik
Misi berkumpul. Saat itu teman-teman bicara banyak hal, terutama tentang
keterlambatan uang, termasuk pula gagasan mendirikan sebuah organisasi.
Karena
saat itu yang hadir tidak begitu banyak, pembicaraan terkait dengan organisasi
teman-teman Bidik Misi tidak dilanjutkan. Beberapa hari setelah itu,
teman-teman Bidik Misi akan dikumpulkan untuk yang kedua kalinya oleh pihak Kemahasiswaan.
Selesai
pertemuan itu, kami meminta waktu kepada kemahasiswaan untuk membicarakan
terkait ide membentuk komunitas. Lagi-lagi saat itu karena keterbatasan waktu
belum terbentuk komunitas. Hanya saja sudah ada kordinator masing-masing Fakultas
dan kordinator Institut.
Menindak
lanjuti keinginan membentuk komunitas, koordinaor institut mengumpulkan
teman-teman Bidik Misi di depan rektorat. Teman-teman waktu itu tidak karuan,
begitu ramai dan tidak terkontrol. Dalam waktu yang cukup lama, kemudian muncul
keputusan untuk meneruskan rencana tersebut nanti malamnya di Fakultas
Ushuluddin.
Sesuai
harapan, teman-teman Bidik Misi waktu itu berkumpul di salah satu ruangan
fakultas Ushuluddin, membicarakan hal terkait pemebentukan komunitas. Tanpa perbincangan
panjang, karena memang sudah terencana jauh-jauh sebelumnya. Teman-teman
langsung membicarakan agenda rapat pertama yang akan dibicarakan. Agenda
pertama waktu itu adalah pemilihan pengurus, pembentukan nama dan
devisi-devisi.
Setelah
pengurus terbentuk, teman-teman mencari kecocokan nama komunitas ini. Dari
beragam pilihan yang ditawarkan teman-teman, ternyata AMBISI (Aliansi Mahasiswa
Bidik Misi) yang dipilih. Sebagai simbol dari ambisi besar teman-teman Bidik
Misi dalam mewujudkan cita-citanya. Saat itulah AMBISI berdiri sebagai
organisasi baru di IAIN Sunan Ampel Surabaya, pada malam Rabu, 5 Oktober 2011.
Dan
sampai sekarang telah banyak agenda, kegiatan serta prestasi yang telah
ditorehkan. Seperti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) tulis menulis, enterpreneurship,
kursus bahasa, menerbitkan buletin dan majalah serta masih banyak lagi.
Selanjutnya AMBISI terus berbenah diri untuk kesempurnaan dirinya. Ayo satukan
kometmen kita, untuk AMBISI lebih baik ke depan.*)






0 komentar:
Posting Komentar