Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan sekalian Alam yang selalu
melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya sehingga kita mampu menjadi
pribadi-pribadi yang berprestasi. Pribadi kebanggaan orang tua, bangsa dan
Negara.
Sholawat serta salam mudah-mudahan tetap terlimpah curahkan
keharibaan beliau, Baginda Nabiyullah Muhammad SAW, karena dengan perjuangan
beliaulah kita mampu mengetahui kebaikan dan keburukan. Jika tanpa perjuangan
Beliau tentu keburukan itu akan merajalela. Mudah-mudahan kita mendapat syafaat
beliau di hari kiamat kelak. Amiin.
Pembaca Budiman!
Majalah yang ada di tangan pembaca ini merupakan karya mahasiswa
yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bidikmisi (AMBISI) IAIN Sunan Ampel
Surabaya. Majalah ini merupakan wadah kami untuk berkarya. Ini merupakan awal
kami untuk menelurkan ide dan gagasan melalui sebuah tulisan. Sudah jamak
diketahui Tulisan selain menjadi wadah berkarya juga menjadi media tepat untuk
menyampaikan sebuah gagasan.
Majalah ini kami beri nama Majalah AMBISI. Sedangkan moto kami
tetap memakai slogan “Lanjutkan Ambisimu, The Dream Will Come True” karena ini
merupakan gendering penyemangat bagi kami untuk meraij mimpi. Majalah ini
mempunyai visi dan misi “Sebagai Media Kreativitas dan Aktivitas Mahasiswa
Bidikmisi”.
Sesuai dengan namanya, orang-orang yang berkecimpung di dalamnya
adalah anggota AMBISI. Mulai dari Susunan Redaksi sampai pengisi tulisan, semua
dari anak-anak Ambisi. Kami menyadari bahwa tidak semua anggota faham akan
dunia jurnalistik, namun kami berusaha untuk menghadirkan sesuatu yang terbaik.
Terbaik menurut kami.
Majalah ini merupakan edisi perdana. Dalam proses penerbitan tentu
banyak kendala, mulai dari pengumpulan naskah yang sempat molor tidak sesuai deadline
sampai proses editing yang cukup menguras otak.
Di edisi perdana ini kami mengangkat tema ”Pendidikan dan
Kemiskinan”. Tema itu kami angkat karena seringkali kemiskinan itu menjadi alasan
dan faktor sesorang tidak bisa memperoleh
pendidikan. Kami berusaha merubah cara padang kebanyakan orang selama ini,
bahwa orang-orang miskin tidak pantas untuk mengenyam pendidikan, atau orang
miskin lebih baik menikmati saja nasibnya, atau orang miskin ngapain
sekolah tinggi-tinggi toh nanti juga akan miskin. Itu semua tidak benar.
Kemiskinan harus kita lawan. Kata orang-orang ahli “Bolehlah
orang-orang sebelum kita itu miskin, namun kita harus mampu memutus rantai
kemiskinan itu”. Kemiskinan bukanlah sebab, akan tetapi kemiskinan adalah sebuah
akibat. Akibat dari sebuah kemalasan, akibat dari kebodohan, akibat dari
ketidakfahaman dan akibat dari ketidakberdayaan untuk memberdayakan potensi
diri.
Artinya, kemiskinan bukanlah sebab seseorang untuk tidak bisa
menikmati dunia kesuksesan. Sudah banyak bukti, orang-orang sukses kebanyakan
adalah berasal dari orang-miskin. Maka dari itu kawan, meskipun kita berasal
dari keluarga kurang mampu jangan berkecil hati. Yakinlah bahwa kemiskinan itu
bukanlah keturunan. Kita harus membuktikan bahwa kita mampu memutus rantai
kemiskinan itu.
Akhirnya dengan diterbitkannya majalah ini mudah-mudahan dapat
menjadi pemicu bagi generasi penerus Ambisi agar tetap berkarya untuk bangsa. Kesempurnaan
hanya milik sang Pencipta, untuk itu kami menyadari di edisi perdana ini
terdapat banyak kekurangan yang kami torehkan dalam coretan di Majalah ini.
Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan. Selamat membaca ! (Aldo/Redaksi)






0 komentar:
Posting Komentar