Cari Blog Ini

Ambisi

Jumat, 31 Agustus 2012

Salam Redaksi


Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan sekalian Alam yang selalu melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya sehingga kita mampu menjadi pribadi-pribadi yang berprestasi. Pribadi kebanggaan orang tua, bangsa dan Negara.
Sholawat serta salam mudah-mudahan tetap terlimpah curahkan keharibaan beliau, Baginda Nabiyullah Muhammad SAW, karena dengan perjuangan beliaulah kita mampu mengetahui kebaikan dan keburukan. Jika tanpa perjuangan Beliau tentu keburukan itu akan merajalela. Mudah-mudahan kita mendapat syafaat beliau di hari kiamat kelak. Amiin.
Pembaca Budiman!
Majalah yang ada di tangan pembaca ini merupakan karya mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bidikmisi (AMBISI) IAIN Sunan Ampel Surabaya. Majalah ini merupakan wadah kami untuk berkarya. Ini merupakan awal kami untuk menelurkan ide dan gagasan melalui sebuah tulisan. Sudah jamak diketahui Tulisan selain menjadi wadah berkarya juga menjadi media tepat untuk menyampaikan sebuah gagasan.
Majalah ini kami beri nama Majalah AMBISI. Sedangkan moto kami tetap memakai slogan “Lanjutkan Ambisimu, The Dream Will Come True” karena ini merupakan gendering penyemangat bagi kami untuk meraij mimpi. Majalah ini mempunyai visi dan misi “Sebagai Media Kreativitas dan Aktivitas Mahasiswa Bidikmisi”.
Sesuai dengan namanya, orang-orang yang berkecimpung di dalamnya adalah anggota AMBISI. Mulai dari Susunan Redaksi sampai pengisi tulisan, semua dari anak-anak Ambisi. Kami menyadari bahwa tidak semua anggota faham akan dunia jurnalistik, namun kami berusaha untuk menghadirkan sesuatu yang terbaik. Terbaik menurut kami.
Majalah ini merupakan edisi perdana. Dalam proses penerbitan tentu banyak kendala, mulai dari pengumpulan naskah yang sempat molor tidak sesuai deadline sampai proses editing yang cukup menguras otak.
Di edisi perdana ini kami mengangkat tema ”Pendidikan dan Kemiskinan”. Tema itu kami angkat karena seringkali kemiskinan itu menjadi alasan dan faktor sesorang  tidak bisa memperoleh pendidikan. Kami berusaha merubah cara padang kebanyakan orang selama ini, bahwa orang-orang miskin tidak pantas untuk mengenyam pendidikan, atau orang miskin lebih baik menikmati saja nasibnya, atau orang miskin ngapain sekolah tinggi-tinggi toh nanti juga akan miskin. Itu semua tidak benar.
Kemiskinan harus kita lawan. Kata orang-orang ahli “Bolehlah orang-orang sebelum kita itu miskin, namun kita harus mampu memutus rantai kemiskinan itu”. Kemiskinan bukanlah sebab, akan tetapi kemiskinan adalah sebuah akibat. Akibat dari sebuah kemalasan, akibat dari kebodohan, akibat dari ketidakfahaman dan akibat dari ketidakberdayaan untuk memberdayakan potensi diri.
Artinya, kemiskinan bukanlah sebab seseorang untuk tidak bisa menikmati dunia kesuksesan. Sudah banyak bukti, orang-orang sukses kebanyakan adalah berasal dari  orang-miskin.  Maka dari itu kawan, meskipun kita berasal dari keluarga kurang mampu jangan berkecil hati. Yakinlah bahwa kemiskinan itu bukanlah keturunan. Kita harus membuktikan bahwa kita mampu memutus rantai kemiskinan itu.
Akhirnya dengan diterbitkannya majalah ini mudah-mudahan dapat menjadi pemicu bagi generasi penerus Ambisi agar tetap berkarya untuk bangsa. Kesempurnaan hanya milik sang Pencipta, untuk itu kami menyadari di edisi perdana ini terdapat banyak kekurangan yang kami torehkan dalam coretan di Majalah ini. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan. Selamat membaca ! (Aldo/Redaksi)

0 komentar:

Posting Komentar