Oleh:
Khozinatul Asror*)
Cerah
wajah itu, ku tahu tak lama ku bisa menikmatinya
Indah
yang ku rasakan
Perasaan
nyaman itu
Tak
terasa membawa bayang itu kesini
Seharusnya
kau duduk manis di sampingku
Mendengar
setiap cerita tentang rasa yang begitu indah
Tentang
keluhan hati oleh pahit yang tak terperi
Tentang
kita,.
Bahkan
kau tak ada di sini
Nikmat
hari ini,,ku kecapi tetes rasa parau di setiap sisinya
Untuk
mencari nikmat yang dapat ku rasakan
Hidup
itu memang untuk dijalani,,tak hanya tarian di atas angan yang di harapkan
Memang
mudah terucap sebuah kata
Tapi,.
Akan
lebih indah untuk berjalan di atas kaki sendiri
Semua
itu hanya ketakutan akan bayang-bayang kita sendiri
Kitalah
yang menciptakan ketakutan itu,
sehingga
membatasi ruang kita
dan
menjadikan kita ciut oleh tawaran hati sendiri
Menjadi
insan kamil,
Merombak
diri menjadi ahsani takwim
Mari
kita berbagi langkah
Agar
semua tak seberat saat kaki-kaki kecil ini melangkah sendiri
Kita
semua belajar,.
Akan
ada banyak kerikil yang mengganggu perjalanan ini
Namun
sebongkah batu besar pun akan kita lewati
Jika
kita mau bersama
Dengan
bersama
Dan
belajar dari hati satu sama lain,.
Selayang
jauh rasa yang tak bertepi
Hingga
tak kuasa mata ini menerawang harapan
Untuk
menjadi lebih dari apa yang di harapkan
Jika
bukan karena kokohnya hati
Di
balik tinggi cita yang terbangun di atas angan
Hidup
seakan hanya tiada
Sekedar
ingin mencari
Untuk
memuaskan hasrat logika yang terus di sirami segarnya wejangan sang guru
Semua
tak akan berhenti meski harus tertatih-tatih
Untuk
terus melangkah
Di atas
garis jalan terjal yang telah tertulis sebelum kehidupan
Dan
semua semakin lebih berarti
Dengan
liku-liku yang terkadang sulit untuk dimengerti
Di
perjalanan kita mencari
Seakan
terasa berat oleh suasana yang kita alami
Hidup
yang indah,,memang tidak disini
Namun
kita bisa mendapatkan keindahan sebanyak yang kita mau
Kemanapun
arahnya semua pasti berpangkal pada keindahan
Ingin
dibuang kemana??
Kalaupun
sudah tidak ada rasa yang sanggup dirasa
Semua
hanya ilusi yang diciptakan oleh kejahatan logika
Untuk
membongkar semangat yang dibangun asa
Tanpa
bantuan,.
Tanpa
persekutuan,.
Hanya
kita yang tahu,.
Pada
detik ini pun semua masih terasa hambar
Bayang-bayang
indah itu,.
Bayang-bayang
kesepian itu,.
Sejauh
ini terasa ingin istirahat sejenak
Menikmati
dari apa yang ku dapatkan sampai saat ini
Membayangkan
setiap perjuangan yang dulu ku lakukan
Tapi
apa,.?!!
Di
sampingku masih terlihat jelas usaha yang demikian keras
Di
depanku terpampang indah puncak yang telah lebih dahulu didaki orang lain
Di
belakangku aku dikejar regenerasi yang tiada lelah berpacu
Di
atasku mengawasiku dengan sinis dan mengatakan:
“hambaKU
bukanlah pemalas seperti kau,.!!”
Di
bawahku tempat kakiku berpijak terasa lembab oleh lamanya kaki berdiri
Mungkin
sekaranglah saatnya untuk berlari
Merajut
asa yang tlah lama tercerai berai
Bersatu
bersama memegang pundak
Untuk
melejitkan semangat cita-cita lama
Dalam
meraih ambisi yang kita impikan
Lanjutkan
AMBISImu,. The dream will come true,.!!!
*)
Mahasiswa Bidik Misi Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI/V), Fakultas
Da’wah.






0 komentar:
Posting Komentar