Cari Blog Ini

Ambisi

Jumat, 31 Agustus 2012

Renaisans


Oleh: Khozinatul Asror*)

Cerah wajah itu, ku tahu tak lama ku bisa menikmatinya
Indah yang ku rasakan
Perasaan nyaman itu
Tak terasa membawa bayang itu kesini
Seharusnya kau duduk manis di sampingku
Mendengar setiap cerita tentang rasa yang begitu indah
Tentang keluhan hati oleh pahit yang tak terperi
Tentang kita,.
Bahkan kau tak ada di sini
Nikmat hari ini,,ku kecapi tetes rasa parau di setiap sisinya
Untuk mencari nikmat yang dapat ku rasakan

Hidup itu memang untuk dijalani,,tak hanya tarian di atas angan yang di harapkan
Memang mudah terucap sebuah kata
Tapi,.
Akan lebih indah untuk berjalan di atas kaki sendiri
Semua itu hanya ketakutan akan bayang-bayang kita sendiri
Kitalah yang menciptakan ketakutan itu,
sehingga membatasi ruang kita
dan menjadikan kita ciut oleh tawaran hati sendiri
Menjadi insan kamil,
Merombak diri menjadi ahsani takwim

Mari kita berbagi langkah
Agar semua tak seberat saat kaki-kaki kecil ini melangkah sendiri
Kita semua belajar,.
Akan ada banyak kerikil yang mengganggu perjalanan ini
Namun sebongkah batu besar pun akan kita lewati
Jika kita mau bersama
Dengan bersama
Dan belajar dari hati satu sama lain,.

Selayang jauh rasa yang tak bertepi
Hingga tak kuasa mata ini menerawang harapan
Untuk menjadi lebih dari apa yang di harapkan
Jika bukan karena kokohnya hati
Di balik tinggi cita yang terbangun di atas angan
Hidup seakan hanya tiada
Sekedar ingin mencari
Untuk memuaskan hasrat logika yang terus di sirami segarnya  wejangan sang guru
Semua tak akan berhenti meski harus tertatih-tatih
Untuk terus melangkah
Di atas garis jalan terjal yang telah tertulis sebelum kehidupan
Dan semua semakin lebih berarti
Dengan liku-liku yang terkadang sulit untuk dimengerti

Di perjalanan kita mencari
Seakan terasa berat oleh suasana yang kita alami
Hidup yang indah,,memang tidak disini
Namun kita bisa mendapatkan keindahan sebanyak yang kita mau
Kemanapun arahnya semua pasti berpangkal pada keindahan
Ingin dibuang kemana??
Kalaupun sudah tidak ada rasa yang sanggup dirasa
Semua hanya ilusi yang diciptakan oleh kejahatan logika
Untuk membongkar semangat yang dibangun asa
Tanpa bantuan,.
Tanpa persekutuan,.
Hanya kita yang tahu,.

Pada detik ini pun semua masih terasa hambar
Bayang-bayang indah itu,.
Bayang-bayang kesepian itu,.
Sejauh ini terasa ingin istirahat sejenak
Menikmati dari apa yang ku dapatkan sampai saat ini
Membayangkan setiap perjuangan yang dulu ku lakukan
Tapi apa,.?!!
Di sampingku masih terlihat jelas usaha yang demikian keras
Di depanku terpampang indah puncak yang telah lebih dahulu didaki orang lain
Di belakangku aku dikejar regenerasi yang tiada lelah berpacu
Di atasku mengawasiku dengan sinis dan mengatakan:
“hambaKU bukanlah pemalas seperti kau,.!!”
Di bawahku tempat kakiku berpijak terasa lembab oleh lamanya kaki berdiri
Mungkin sekaranglah saatnya untuk berlari
Merajut asa yang tlah lama tercerai berai
Bersatu bersama memegang pundak
Untuk melejitkan semangat cita-cita lama
Dalam meraih ambisi yang kita impikan
Lanjutkan AMBISImu,. The dream will come true,.!!!

*) Mahasiswa Bidik Misi Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI/V), Fakultas Da’wah.

0 komentar:

Posting Komentar